Iklan Header

Jika kamu pernah berkunjung ke obyek wisata candi, entah candi Borobudur atau candi-candi yang lain, kamu pasti melihat sebuah patung. Patung-patung yang ada di candi disebut dengan arca.


Patung itu umumnya terbuat dari beragam tipe material seperti batu, kayu, atau logam, dan bisa terbuat dengan beragam tehnik seperti pahatan, lukisan, atau pembuatan. Arca umumnya terhias dengan beragam dialek dan lambang yang menjadi bagian dari kebudayaan dan adat agama Buddha.


arca bercorak buddha


Mengenal Arca Bercorak Buddha



Arca bercorak Buddha ialah patung atau figure yang memvisualisasikan Buddha atau Dewa Buddha dalam agama Buddha. Patung itu umumnya sebagai lambang keagamaan dan para penganutnya beranggapan memiliki kekuatan religius.


Patung bercorak Buddha ini umumnya memvisualisasikan Buddha dalam beragam bentuk dan mudra (pergerakan tangan atau jemari) yang masing-masing mempunyai makna yang detil dalam agama Buddha. Misalkan, mudra "dhyana" (meditasi) memvisualisasikan tangan kanan Buddha yang menyentuh lantai di atas pangkuan, sementara mudra "bhumisparsha" (menanyakan ke Tuhan) memvisualisasikan tangan kanan Buddha yang menunjuk ke bumi.


Tiap arca bercorak Buddha umumnya mempunyai beberapa ciri fisik yang unik, seperti rambut yang terurai, alis yang tebal, dan pertanda yang lain yang mengisyaratkan kebesaran dan kekayaan religiusnya. Para penganut Buddha biasanya menjadikan Arca sebagai media untuk menyembah dan meminta bantuan ke Dewa Buddha.


Baca Juga : Candi di Indonesia


Benda itu sering kamu temui di beberapa tempat beribadah agama Buddha seperti kuil atau candi, atau bahkan juga di beberapa rumah warga yang beragama Buddha. Figure bercorak Buddha terbagi dalam beragam ukuran dan wujud, bergantung pada adat dan kebudayaan di daerah tertentu.



Selainnya banyak terpakai sebagai lambang keagamaan, arca bercorak Buddha kerap menjadi object koleksi atau seni. Para pengrajin arca bisa membikin dengan kualitas yang tinggi sekali dan membuatnya dari material-material yang cantik, sehingga terbentuk object yang paling berharga oleh beberapa kolektor.


Disamping itu, arca bercorak Buddha kerap menjadi hadiah atau pertanda penghargaan untuk seorang yang sudah memperlihatkan pengabdian dan dedikasi yang tinggi pada agama Buddha. Arca bercorak Buddha dapat pula menjadi dekor rumah atau tempat beribadah supaya kelihatan lebih cantik dan membahagiakan.


Baca juga : Wisata Candi di Jawa Tengah


Ciri-Ciri Arca Bercorak Buddha


Beberapa ciri arca bercorak Buddha bergantung pada adat dan kebudayaan di daerah tertentu. Tetapi pada umumnya, arca bercorak Buddha umumnya mempunyai beberapa ciri-ciri yang serupa, misalnya:


1. Memvisualisasikan Figur Buddha


Arca bercorak Buddha umumnya memvisualisasikan figur Buddha dengan bentuk yang rileks dan tenang, umumnya duduk di atas singgasana dengan tangan yang memegang pangkuan atau mungkin dengan mudra yang melambangkan meditasi atau kebijakan.


2. Alis Tebal


Arca bercorak Buddha umumnya mempunyai alis yang tebal dan lancip, yang dimisalkan sebagai lambang kepandaian dan kebijakan.


3. Pertanda Urna


Arca bercorak Buddha umumnya mempunyai pertanda urna di atas kepalanya, yang dimisalkan sebagai lambang ilmu dan pengetahuan dan kebijakan.


4. Kecantikan Fisik


Arca bercorak Buddha umumnya mempunyai muka yang elok dan cakap, yang dimisalkan sebagai lambang kemurnian dan keelokan religius.


5. Perlengkapan Beribadah


Arca bercorak Buddha umumnya diperlengkapi dengan perlengkapan beribadah seperti batang lotus, incense burner, atau bahkan juga bantal yang dipakai untuk menyokong kepala saat meditasi.


Macam-Macam Arca Buddha


Ada beberapa macam arca yang lain kerap ditemui dalam agama Buddha, misalnya:


1. Arca Boddhisattva


Arca yang memvisualisasikan Dewa Boddhisattva, yakni figur yang sudah mencapai ketidaktahuan akhir tapi memutuskan untuk masih tetap ada di dunia untuk menolong sesama untuk mencapai ketidaktahuan akhir juga.


Dewa Boddhisattva mempunyai peranan yang penting dalam agama Buddha. Dewa Boddhisattva sebagai lambang kesabaran, kemurahan hati, dan kerendahan hati, yang disebut tiga karakter yang paling disarankan dalam agama Buddha.


Dengan memercayai dan menyembah Dewa Boddhisattva, seorang beragama Buddha berharap bisa mendapat tuntunan dan bantuan dari Dewa Boddhisattva untuk mencapai ketidaktahuan akhir.


Arca Bodhisattva kerap menjadi media untuk mengingati kejadian-peristiwa penting dalam agama Buddha, seperti beberapa hari besar dalam kalender agama Buddha atau peringatan ulang tahun kelahiran Buddha. Arca itu umumnya terpampang di beberapa tempat beribadah atau di beberapa rumah warga yang beragama Buddha, dan dijadikan object pengagungan dan penyembahan.


Pada umumnya, arca Bodhisattva sebagai lambang yang penting dalam agama Buddha, yang mereka percaya akan kekuatan religius dan bisa memberi bantuan ke sama-sama. Arca itu sebagai object yang cantik dan berharga, yang kerap dijadikan koleksi atau dekor rumah.


Latihan Soal : Kelas 10 Sejarah Indonesia PTS 2


2. Arca Dewa


Arca yang memvisualisasikan Dewa atau Dewi sebagai perlindungan atau penolong dalam agama Buddha.


3. Arca Prajnaparamita


Arca yang memvisualisasikan Dewi Prajnaparamita, yakni Dewi sebagai pengetahuan akhir atau ketidaktahuan akhir dalam agama Buddha.


4. Arca Guardian


Arca yang memvisualisasikan Dewa atau Dewi sebagai perlindungan atau pemelihara kebijakan dalam agama Buddha.


Tiap tipe arca itu mempunyai makna dan peranan yang berbeda dalam agama Buddha.

CLOSE ADS
CLOSE ADS

Post a Comment