Iklan Header

Malas adalah perasaan tidak bersemangat untuk melakukan segala macam aktivitas kegiatan. Rasa malas biasanya datang karena rutinitas yang monoton dan tidak ada variasi kegiatan. Contoh aktivitas ke sekolah yang rutin setiap pagi sampai sore, setiap senin sampai sabtu.


Aktivitas di sekolah yang seperti itu-itu saja tanpa variasi di sekolah, cenderung akan membuat siswa bosan dan muncullah rasa malas ke sekolah. Maka perlu sekali selingan atau variasi kegiatan di sekolah untuk mengatasi kegiatan monoton yang berakibat bosan dan malas.


Rasa malas bisa dialami oleh semua orang, bagi siswa, malas belajar merupakan salah satu tantangan yang umum dilalui oleh guru. Anak malas belajar menjadi hal yang biasa di sekolah, terutama pada proses pembelajaran yang monoton atau konvensional (ceramah).


Dengan hanya mendengarkan guru berbicara, konsentrasi siswa biasanya hanya bertahan cuma 15 menit pertama. Setelah itu, siswa cenderung bosan dan bahkan merasa mengantuk. Biasanya ketika belajar di sekolah hanya konvensional (guru ceramah), siswa akan hafal dan bisa saja malas sekolah.


penyebab-dan-tips-cara-menghilangkan-rasa-malas-belajar-yang-berlebihan-menurut-islam

Hadits tentang malas dalam islam


عَنْ مُجَاهِدٍ قَالَ دَخَلْتُ أَنَا وَيَحْيَى بْنُ جَعْدَةَ عَلَى رَجُلٍ مِنَ الأَنْصَارِ مِنْ أَصْحَابِ الرَّسُولِ قَالَ ذَكَرُوا عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- مَوْلاَةً لِبَنِى عَبْدِ الْمُطَّلِبِ فَقَالَ إِنَّهَا قَامَتِ اللَّيْلَ وَتَصُومُ النَّهَارَ. قَالَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « لَكِنِّى أَنَا أَنَامُ وَأُصَلِّى وَأَصُومُ وَأُفْطِرُ فَمَنِ اقْتَدَى بِى فَهُوَ مِنِّى وَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِى فَلَيْسَ مِنِّى إِنَّ لِكُلِّ عَمَلٍ شِرَّةً ثُمَّ فَتْرَةً فَمَنْ كَانَتْ فَتْرَتُهُ إِلَى بِدْعَةٍ فَقَدْ ضَلَّ وَمَنْ كَانَتْ فَتْرَتُهُ إِلَى سُنَّةٍ فَقَدِ اهْتَدَى »

Dari Mujahid, ia berkata, aku dan Yahya bin Ja’dah pernah menemui salah seorang Anshor yang merupakan sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia berkata, para sahabat Rasul membicarakan bekas budak milik Bani ‘Abdul Muthollib. Ia berkata bahwa ia biasa shalat malam (tanpa tidur) dan biasa berpuasa (setiap hari tanpa ada waktu luang untuk tidak puasa). Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda, “Akan tetapi aku tidur dan aku shalat malam. Aku pun puasa, namun ada waktu bagiku untuk tidak berpuasa. Siapa yang mencontohiku, maka ia termasuk golonganku. Siapa yang benci terhadap ajaranku, maka ia bukan termasuk golonganku. Setiap amal itu ada masa semangat dan ada masa malasnya. Siapa yang rasa malasnya malah menjerumuskan pada bid’ah, maka ia sungguh telah sesat. Namun siapa yang rasa malasnya masih di atas ajaran Rasul, maka dialah yang mendapat petunjuk.” (HR. Ahmad 5: 409).


Dalam Islam terkadang iman seseorang bisa naik, bisa juga turun. Hal tersebut juga diakui oleh Rasulullah salallahu'alaihi wassalam ketika peristiwa Aqobah II. Saat itu Rasulullah salallahu'alaihi wassalam bertemu dengan rombongan jama'ah yang beribadah haji dari Yatsrib (sekarang Madinah).


Rombongan jama'ah tersebut sengaja ingin bertemu dengan Rasulullah salallahu'alaihi wassalam untuk menyatakan bai'at kepada Rasulullah salallahu'alaihi wassalam. Salah satu isi dari bai'atnya adalah semua jama'ah dari Yatsib tersebut siap membela Rasulullah salallahu'alaihi wassalam dalam keadaan semangat maupun malas.


Jadi, rasa malas bisa menyerang siapapun. Maka, kenali penyebab kenapa seseorang bisa terjangkit rasa malas.


Apa yang Membuat Kita Malas?


Rasa malas muncul dikarenakan suatu hal yang sebenarnya tidak kita inginkan. Sebisa mungkin seorang manusia harus selalu senantiasa bersemangat tanpa mengalami rasa malas. Sebab malas akan membuat produktivitas manusia terhambat.


Di sekolah, rasa malas belajar pada siswa akan menyebabkan hilangnya kesempatan siswa menyerap pelajaran dan materi pembelajaran. Sehingga dikemudian hari dia tidak tahu akan pelajaran tersebut, padahal siswa yang lain mengetahuinya.


Rasa malas menjadi kendala bagi manusia untuk beraktivitas. Maka, perlu kita kenali penyebab rasa malas tersebut :



1. Eksternal (dari luar dirinya)


Faktor yang dapat mempengaruhi rasa malas muncul pada seseorang terutama pelajar, bisa disebabkan karena faktor luar dirinya. Jadi, lingkungan berperan besar dalam menciptakan rasa malas. Berikut contoh faktor penyebab rasa malas dari luar (ekstrinsik) :


Rutinitas


Rasa malas muncul karena rutinitas yang monoton. Kegiatan pembelajaran di sekolah yang itu-itu saja akan membuat siswa bosan dan malas. Seorang guru perlu mencoba proses pembelajaran yang interaktif di kelas. Ciptakanlah suasana yang menyenangkan di kelas.


Berusahalah dekat dengan peserta didik, supaya suasana kelas agak mencair dan tidak kaku. Perlu ada aktivitas berbeda di luar rutinitas, sebagai stimulan bagi siswa untuk tertarik mengikuti proses pembelajaran.


Bad mood


Rasa malas juga bisa muncul karena perasaan yang tidak menyenangkan. Rasa tidak menyenangkan entah dari suasana di lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat, atau bahkan dari lingkungan sekolah. Seperti, rasa malas karena keluarganya yang tidak kondusif (broken family) akan mempengaruhi rasa malas siswa belajar.


Beratnya masalah di keluarga akan memeras pikiran bagi siswa. Seorang guru disarankan tahu dengan kondisi siswa seperti ini. Sehingga akan bisa menentukan sikap yang lebih bijaksana. Perasaan bad mood dari keluarga, masyarakat atau sekolah akan di bawa siswa ke kelas, sehingga menyebabkan konsentrasi belajar akan hilang.


Kecanduan games


Anak kecanduan gadget dan malas belajar merupakan dampak negatif teknologi dalam bidang pendidikan. Bagi sebagian siswa, games menjadi sesuatu yang menyenangkan bahkan jika terlalu "over" akan menyebabkan ketagihan. Bagi siswa yang sudah ketagihan games, akan muncul kecenderungan untuk selalu bermain games setiap waktu. Bahkan ada pula siswa yang rela bolos sekolah, hanya untuk pergi ke game rental.


Pengaruh teman yang kurang baik


Pada masa transisi dari anak ke remaja, lingkungan pergaulan sangat mempengaruhi kebiasaan (folkways) siswa. Jika siswa berteman dengan teman yang antusias belajar, maka secara otomatis akan mempengaruhi semangat siswa tersebut. Namun, jika siswa berteman dengan teman yang memiliki rasa malas, tidak punya rasa tanggung jawab dan acuh terhadap belajar, serta menyepelekan pelajaran maka dia akan cenderung sama dengan temannya. Bagi orangtua, memang harus tahu anak kita berteman dengan siapa, sebab akan mempengaruhi rasa semangat dan malas di sekolah.



2. Instrinsik (dari dalam dirinya sendiri)


Penyebab rasa malas pada seseorang bisa timbul karena sesuatu dari dirinya sendiri, entah tubuh atau emosi. Pada kasus pelajar, rasa malas muncul dari dirinya karena sedang mengalami perubahan hormon pubertas. Masa pelajar sekitar SMP sampai SMA menjadi waktu perubahan bentuk tubuh hingga emosi yang dapat mempengaruhi rasa malas terutama untuk belajar.


Masa remaja ini tubuh seseorang akan berubah. Pada wanita, akan mengalami menstruasi, payudara berkembang, muncul jerawat, dll. Bagi laki-laki akan muncul jakun, jerawat, dll. Perubahan bentuk tubuh ini akan menyebabkan perhatian yang perlu diperhatikan.


Pada masa remaja ini, juga muncul perasaan senang, suka, dan tertarik dengan lawan jenis. Maka pelajar lebih suka bersolek menghias tubuh dan wajahnya untuk menarik perhatian lawan jenis. Jadi sangat memungkinkan, fokus belajar di sekolah berkurang karena lebih sering mementingkan penampilan dirinya.


Malas dalam seperti sebuah penyakit yang bisa menjalar kepada manusia. Jika tidak segera diobati, maka malas bisa merusak kehidupan manusia, terutama aktivitas manusia menjadi tidak produktif dan cenderung pasif.


Rasa malas jika berlarut-larut akan menyebabkan manusia menjadi lalai. Ini yang berbahaya. Bahkan dalam Al-Quran disebutkan bahwa orang yang lalai tergolong dalam golongan yang zalim, kufur nikmat, lupa diri dan munafik (Maulidia). Maka berhati-hatilah dan cobalah menyelesaikan masalah rasa malas tersebut.



Cara Menghilangkan Rasa Malas Belajar dalam Islam


Berikut cara mengatasi rasa malas yang bisa dipraktekkan :


  1. Doa agar tidak malas belajar

  2. Tak bisa kita pungkiri bahwa yang berkuasa terhadap diri kita hanyalah Allah Subhanahu wa ta'ala. Dia-lah yang berkuasa membolak-balik hati kita. Dia-lah yang menjadikan kita semangat atau pun malas. Kewajiban kita adalah berdoa supaya senantiasa diberikan semangat, dan terhindar dari rasa malas. Berikut doa yang bisa kita panjatkan untuk menghilangkan rasa malas :


    اَللّٰهُمَّ اِنِّى اَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْهَـمِّ وَالْحَزَنِ وَاَعُوْذُبِكَ مِنَ الْعَجْـِز وَاْلكَسَلِ .وَاَعُوْذُبِكَ مِنَ الْجُـبْنِ وَالْبُخْـلِ وَاَعُوْذُبِكَ مِنْ غَلَبَتِ الدَّيْنِ وَقَـهْرِ الرِّجَالِ

    Allohumma innii a'uudzubika minal hammi wal hazani wa a'uudzubika minal ’ajzi walkasali, wa a’uudzubika minal jubni wa bukhli, wa a’uudzubika min gholabatid-daini wa qohrirrijaal


    Artinya: "Ya Allah ya Tuhan kami, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu daripada keluh kesah dan dukacita, aku berlindung kepada-Mu dari lemah kemauan dan malas, Aku berlindung kepada-Mu daripada sifat pengecut dan kikir, Aku berlindung kepada-Mu daripada tekanan hutang dan kezaliman manusia." (HR Abu Dawud 4/353).


  3. Silaturahmi dan berkumpul dengan orang senantiasa menimbulkan semangat

  4. Ketika rasa malas mulai muncul, anda bisa pergi atau silaturahmi kepada teman yang bisa memotivasi untuk menimbulkan semangat lagi. Jangan biarkan rasa malas berlarut-larut. Keluarlah, cari udara segar bersama teman yang dapat memotivasi anda.


  5. Perbaiki sholat atau ibadah

  6. Rasa malas biasanya akan menular pada berbagai macam aktivitas kita. Mungkin diawali dari malas belajar, kemudian berlanjut malas beribadah atau sholat, bisa jadi malas pergi ke sekolah. Dalam islam, sholat merupakan ibadah yang bisa mencegah perbuatan keji dan munkar.


    Timbulnya rasa malas, bisa memicu seseorang berbuat keji, munkar dan berbagai dosa, serta maksiat. Maka dari itu, dengan memperbaiki sholat entah gerakan, bacaan, kepahaman terhadap arti bacaan sholat, atau mungkin bisa berjama'ah ke masjid lebih awal. Jika kita mau memperbaiki sholat kita, Insya Allah kita sedang memperbaiki hidup kita.


  7. Membaca, mendengar atau melihat kisah - kisah motivasi

  8. Kisah-kisa motivasi dalam bentuk tulisan, rekaman suara, atau cuplikan video bisa memberikan motivasi untuk senantias bersemangat. Jika kisah tersebut sampai ke hati kita, Insya Allah kita akan merasa lebih bersemangat untuk melakukan sesuatu yang positif. Cari kisa-kisah Rasulullah salallahu 'alaihi wa salam, dan juga para sahabat yang banyak mengandung kisah inspiratif dan semangat.


  9. Bersihkan iman dan lingkungan kita

  10. Rasa malas biasanya akan berlarut-larut jika iman dan lingkungan kita selalu dalam kondisi kotor. Mulailah dengan membersihkan kamar dan ruang belajar anda. Ciptakan suasana ruang belajar yang nyaman dan bersih.


    Ingat kebersihan adalah sebagian dari iman. Maka, bersihkan lingkungan anda Insya Allah iman anda akan meningkat. Ketika iman sudah meningkat, maka kita senantiasa beraktivitas dengan semangat. Insya Allah.


  11. Ingat dan fokuslah pada tujuan anda

  12. Saya yakin semua orang, semua pelajar memiliki tujuan yang ingin dicapai di masa yang akan datang. Maka senantiasa ingat-ingat dan fokuslah pada tujuan anda tersebut.


    Jika perlu tulislah tujuan anda dan tempelkan di depan meja belajar anda. Supaya kita selalu ingat dan ketika rasa malas datang, bisa menjadi booster untuk kembali semangat.



    Demikian tips yang bisa dilakukan untuk menghilangkan rasa malas. Semoga kita semua dihindarkan rasa malas. Aamiin. Semoga bermanfaat. Wassalamu'alaikum.

    Mengatasi Kecanduan Games Tips Bangun Pagi

CLOSE ADS
CLOSE ADS

Post a Comment