Iklan Header

Angin dapat bertiup dari berbagai arah ke arah tertentu. Pergerakan angin ini bisa menjadi penyebab nelayan tradisional dapat berlayar. Angin ialah udara yang bergerak dari 1 tempat ke lain tempat. 


Angin dibuat oleh ketidaksamaan tekanan udara di antara dua wilayah. Angin dapat muncul oleh perbedaan temperatur di antara dua wilayah. Angin bisa mengakibatkan cuaca, seperti hujan dan angin ribut.


angin-fohn

Baca juga : Keunggulan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (Angin)

‌Apa itu Angin dalam Geografi?


Dalam geografi, angin ialah aliran masa udara yang diikuti dengan arah dan kecepatan yang berbeda. Angin ditetapkan oleh ketidaksamaan tekanan udara di antara dua wilayah yang berdekatan. Perbedaan tekanan ini bisa disebabkan karena ketidaksamaan temperatur dan ketinggian. 


Angin bisa bertiup dari wilayah bertekanan tinggi ke wilayah bertekanan rendah. Beberapa hal yang dapat mempengaruhi terbentuknya angin antara lain seperti kontur tanah, vegetasi, dan keadaan laut. Angin bisa kita pakai untuk menentukan arah dan kecepatan cuaca dan untuk kita gunakan dalam sektor-sektor seperti transportasi, energi, dan meteorologi.


Baca juga : Jalur Pegunungan Muda


‌Apa Saja Jenis Jenis Angin?


Ada banyak tipe angin yang bisa kita kenali, antara lain :


1. Angin Darat


Angin yang bertiup dari darat ke laut dan dipengaruhi oleh kontur tanah dan vegetasi.


2. Angin Laut


Angin yang bertiup dari laut ke darat dan dipengaruhi oleh arus laut dan tekanan udara.


3. Angin Monsoon


Angin yang terjadi pada musim panas dan musim penghujan yang diikuti dengan ketidaksamaan penekanan udara di laut dan darat.


4. Angin Pasat


Angin yang terjadi di khatulistiwa dan dipengaruhi oleh pergerakan bumi.


5. Angin Topan


Angin yang terjadi pada mekanisme cuaca yang kuat dan diikuti dengan angin yang paling kuat dan hujan deras.


6. Angin Tetap


Apa itu Angin Tetap? Angin tetap umumnya kita temukan di wilayah yang berada di ketinggian yang lumayan tinggi di permukaan bumi, seperti di atas pegunungan atau pada ketinggian yang lumayan tinggi di atas laut. 


Angin tetap juga dapat kita temukan di wilayah yang berada di sekitaran garis khatulistiwa, di mana tekanan udara cukup konstan dan tidak ada perbedaan besar di antara tekanan udara di laut dan darat.


7. Angin Lokal


Angin yang terjadi pada wilayah tertentu yang dikuasai oleh topography dan keadaan cuaca.


Baca juga : Jenis Pelapukan


‌Angin Lokal Apa Saja?


Angin lokal ialah angin yang terjadi di wilayah tertentu dan terpengaruh oleh topography serta keadaan cuaca di wilayah itu. Ada banyak tipe angin lokal yang kita kenali, antara lain :


  1. Angin katabatik: Angin yang terjadi di wilayah pegunungan dan bisa kita kenali dengan arah yang cenderung turun dari pucuk gunung ke lembah.
  2. Angin anabatik: Angin yang terjadi di wilayah pegunungan dan ditandai dengan arah yang cenderung naik dari lembah ke pucuk gunung.
  3. Angin karst: Angin yang terjadi di wilayah dengan bebatuan kapur dan ditandai dengan arah yang cenderung bersilang dari utara ke arah selatan.
  4. Angin valley: Angin yang terjadi di lembah dan diikuti dengan arah yang cenderung bersilang dari utara ke arah selatan.
  5. Angin sea breeze (Angin Laut) : Angin yang terjadi di wilayah pantai dan ditandai dengan arah angin yang cenderung mengalir dari laut ke darat.
  6. Angin land breeze (Angin Darat) : Angin yang terjadi di wilayah pantai dan ditandai dengan arah angin yang cenderung bertiup dari darat ke laut.
  7. Angin urban : Angin yang terjadi di kota dan ditandai dengan arah angin yang cenderung bertiup dari darat ke laut.
  8. Angin konveksi: Angin yang terjadi di wilayah dengan perbedaan temperatur yang lumayan besar dan ditandai dengan tiupan arah angin yang cenderung mengalir dari wilayah panas ke wilayah dingin.
  9. Angin Fohn : Angin Föhn termasuk angin lokal, karena angin ini terbatas pada wilayah pegunungan tertentu dan terpengaruh oleh topography dan keadaan cuaca di wilayah tersebut. 


Latihan Soal : Latihan KSN


‌Jelaskan apa yang Dimaksud dengan Angin Fohn?


Angin Föhn cuma bisa terjadi di wilayah pegunungan yang lumayan tinggi dan tidak ada di wilayah lain. Angin Föhn tidak selamanya terjadi dan cenderung berubah-ubah sesuai keadaan cuaca di wilayah pegunungan tersebut.


Angin Föhn ialah tipe angin yang terjadi di wilayah pegunungan dan bertiup dengan arah yang cenderung turun dari pucuk gunung ke lembah. Angin Föhn juga kita kenal dengan nama "Angin Panas" karena bisa mengakibatkan kenaikan temperatur udara yang signifikan dalam sekejap. Angin Föhn terkenal di sejumlah negara seperti Swiss, Jerman, Austria, Italia dan beberapa negara lain.


Baca juga : Muka Bumi Indonesia


‌Apakah Angin Fohn Merusak?


Angin Föhn bisa mengakibatkan beberapa imbas yang nembuat kerugian di wilayah yang terserang efeknya. Beberapa imbas yang bisa terjadi karena angin Föhn antara lain :


  1. Kenaikan temperatur: Angin Föhn bisa mengakibatkan kenaikan temperatur udara yang signifikan dalam sekejap. Ini bisa mengakibatkan keadaan cuaca yang tidak nyaman untuk warga di wilayah yang angin ini lewati.
  2. Perubahan Iklim: Angin Föhn bisa mengakibatkan perubahan iklim yang lumayan besar di wilayah yang terlewati, seperti mengakibatkan kenaikan curahan hujan di wilayah pegunungan dan mengakibatkan kekeringan di wilayah lembah.
  3. Kebakaran hutan: Angin Föhn yang kuat bisa mengakibatkan kebakaran hutan karena percepatan proses penghembusan api.
  4. Erosi tanah: Angin Föhn yang kuat bisa mengakibatkan erosi tanah di wilayah pegunungan karena mempercepat proses pengikisan tanah oleh angin.
  5. Kerusakan infrastruktur: Angin Föhn yang kuat bisa mengakibatkan kerusakan pada infrastruktur seperti jembatan, gedung, dan jalan raya.


Itu hanya beberapa imbas dari angin Föhn, tetapi imbas yang terjadi bergantung di tingkat kemampuan angin Föhn dan keadaan cuaca di wilayah yang terdampak.


Baca juga : Etnik dan Ras Indonesia


‌Kenapa Angin Fohn Panas dan Kering?


Angin Föhn dikenal sebagai angin panas dan kering karena proses yang terjadi saat angin bertiup dari atas pegunungan dan menuju ke lembah. Saat angin bertiup dari atas pegunungan, angin ini mengalami kompresi dan pemanasan yang lumayan besar. 


Kompresi yang terjadi pada angin ini mengakibatkan air pada udara menguap hingga udara yang bertiup ke lembah menjadi kering. Disamping itu, saat angin bertiup di atas pegunungan, dia mengalami pemanasan yang lumayan besar karena kenaikan tekanan yang terjadi. Ini mengakibatkan temperatur udara yang bertiup ke lembah menjadi lebih panas dibanding dengan temperatur udara di wilayah pegunungan.


Baca juga : Perairan Indonesia


Contoh Angin Fohn?


Contoh angin Föhn yang populer ialah angin Föhn di Swiss, Jerman, Austria, Italia dan beberapa negara yang di sekitar pegunungan Alpen.


Contoh yang lain ialah angin Föhn di wilayah pegunungan di Chile, Argentina dan beberapa negara di Amerika Selatan. Adapun di negara lain seperti Amerika, angin fohn disebut dengan Angin Chinook. Angin yang bersifat panas dan kering ini bisa mengakibatkan rusaknya lahan tanaman/pertanian, kekeringan, melelehnya salju di pegunungan, memperburuk kebakaran hutan.


Angin Föhn di Indonesia umumnya kita temukan di wilayah pegunungan yang lumayan tinggi seperti pada pegunungan yang berada di pulau Sumatera, Jawa dan Sulawesi. Angin Föhn bisa terjadi di wilayah pegunungan tertentu seperti pada pegunungan Merbabu, Merapi, Rinjani dan sebagainya.


  1. Daerah Deli, Sumatera Utara : Angin fohn diberi nama angin bahorok.
  2. Pasuruan, Jawa Timur : Angin fohn diberi nama angin gending.
  3. Daerah Cirebon, Jawa Barat : Angin fohn diberi nama angin kumbang. Angin Kumbang ini Jenis Angin Fohn yang bertiup dari arah Selatan Cirebon yang menyebabkan nelayan tidak bisa melaut.
  4. Biak, Irian Jaya : Angin fohn diberi nama angin wambraw. Apa yang dimaksud angin wambraw? Angin wambraw di Biak sebenarnya juga adalah angin fohn yang bersifat kering dan panas.
  5. Daerah Makassar, Sulawesi Selatan : Angin fohn diberi nama angin brubu.

CLOSE ADS
CLOSE ADS

Post a Comment