Iklan Header

Tidak dipungkiri, Indonesia memiliki kekayaan yang luar biasa. Bentuk negara kepulauan menjadi kekayaan alam semakin beragam. Keadaan alam Indonesia dapat dikelompokkan menjadi dua bagian, yaitu kondisi fisik serta flora dan faunanya.


Kondisi fisik tentunya berkaitan dengan keadaan iklim, bentuk permukaan bumi, dan sebagainya. Sedangkan flora dan fauna berkaitan dengan tumbuhan dan hewan di Indonesia. Baik kondisi fisik serta flora dan fauna di Indonesia berbeda-beda dan begitu beragam.



gunung-mount-prau

Keadaan Fisik Wilayah Indonesia

Indonesia terdiri atas gugusan pulau yang jumlahnya mencapai ribuan pulau dan memiliki keunikan, serta kandungan sumber daya tersendiri. Keragaman tersebut menjadi sebuah potensi yang penting untuk pengembangan wilayah yang bersangkutan.


Kondisi fisik wilayah Indonesia sangat bervariasi. Coba kamu amati lingkungan di sekitarmu. Kamu pasti akan menemukan beragam kondisi fisik wilayah permukaan bumi.


Bentuk Muka Bumi di Daratan Indonesia

Bentuk muka bumi tidak rata seperti yang terlihat pada gambar atau peta. Hal ini dikarenakan di permukaan bumi, ada bagian yang menonjol ke atas, ada pula bagian yang cekung ke bawah.


Keadaan relief bumi memengaruhi kehidupan manusia yang mendiaminya. Relief adalah tinggi rendahnya permukaan bumi (tidak rata). Relief di Indonesia dapat dibedakan menjadi gunung, pegunungan, dataran rendah, dataran tinggi, dan pantai.


1. Gunung


Gunung adalah bagian permukaan bumi yang berbentuk kerucut atau kubah yang berdiri sendiri dan terdiri atas satu puncak tertinggi yang dibatasi oleh lereng dengan ketinggian lebih dari 1.500 meter di atas permukaan laut. Gunung juga merupakan buit yang besar yang bentuknya lebih runcing dan lebih tinggi dari permukaan bumi di sekitarnya.

Dalam Al-Qur'an, Allah SWT menjelaskan tentang gunung yaitu sebagai pasak yang kokoh di bumi agar bumi itu tidak bergoncang (QS. An Nahl : 15). Dengan adanya gunung di muka bumi, manusia di atasnya tidak akan sering mengalami gempa. Maka, benar Allah SWT dengan segala firman-Nya.

Gunung terbentuk oleh adanya gerakan magma atau ekstusi magma dalam bumi dari dapur magma sampai lapisan permukaan bumi. Ekstrusi magma inilah yang melahirkan gunung api.

Gunung api biasanya masih aktif, artinya gunung tersebut sewaktu-waktu dapat mengalami letusan-letusan. Contoh gunung api di Indonesia yang dapat dijumpai di antaranya yang berada di daratan adalah Gunung Slamet di Jawa Tengah dan Gunung Merapi di Yogyakarta. Sedangkan gunung api di laut, misalnya Gunung Krakatau di Selat Sunda.

Persebaran gunung api aktif di Indonesia berjumlah sekitar 129 buah. Dari jumlah tersebut yang sering meletus kurang lebih 70 buah. Lumayan banyak juga ya.

Selain gunung api yang masih aktif, di Indonesia juga terdapat gunung yang tidak aktif atau dalam keadaan "tidur", artinya gunung tersebut sudah tidak mengeluarkan material vulkan dalam waktu yang cukup lama. Contoh gunung tidak aktif antara lain Gunung Ciremai di Jawa Barat, Gunung Lawu di Jawa Tengah, dan Gunung Salak di Bogor.

2. Pegunungan


Pegunungan adalah gugusan yang terdiri atas beberapa gunung yang panjang dengan ketinggian 700 meter di atas permukaan laut (mdpl) serta membutuhkan waktu jutaan tahun terbentuknya.

Secara geologis, Indonesia merupakan daerah pertemuan lempeng dan pertemuan dua jalur pegunungan muda sehingga merupakan daerah vulkanisme yang aktif. Adapun kedua dereta pegunungan (sirkum) tersebut sebagai berikut :

a) Sirkum Pasifik

Sirkum Pasifik membentang melintasi sepanjang wilayah di Samudra Pasifik, mulai dari pegunungan di Selandia Baru, wilayah pegunungan di kepulauan sekitar Suwalesi, Papua, Halmahera, ke pegunungan Filipina, menuju Jepang hingga ke Pegunungan Sierra Nevada, Pegununugan Rocky di Amerika Serikat, dan berakhir di Pegunungan Andes di Amerika Selatan.

ring-of-fire-sirkum-pasifik

sirkum-mediterania-dan-pasifik

b) Sirkum Mediterania

Sirkum Mediterania meliputi:

(1) Dari busur dalam (vulkanis) yang melalui Sumatra, Jawa, Bali, Lombok, Sumbawa, Flores, Solor, Alor, Weter, Damar, Nila, Seua, Manuk, Kepulauan Banda, dan berakhir di Pulau Ambon.

(2) Dari busur luar (nonvulkanis) yang melalui Pulau Simelue, Pulau Nias, Pulau Batu, Pulau Mentawai, Pulau Enggano, tenggelam di sebelah selatan Pulau Jawa, Pulau Sawu, Pulau Roti, Pulau Timor, Kepulauan Leti, Sermata, Kepulauan Barbar, Kepulauan Tanibar, Kepulauan Watubela, Kepulauan Laut Seram, Manipa, Baru, dan pulau-pulau kecil sekitarnya.

Kepulauan Maluku merupakan daerah yang paling labil dan berpotensi terjadinya gempa bumi. Hal tersebut dikarenakan Kepulauan Maluku menjadi tempat pertemuan 2 sirkum (pegunungan) Pasifik dan Mediterania.

Dari Sirkum Pasifik dan Mediterania ini menunjukkan bahwa Indonesia banyak terdapat gunung api yang masih aktif. Gunung api sering menimbulkan bencana saat erupsi (meletus), bahkan kadang menelan korban ribuan jiwa penduduk di sekitarnya. Meskipun demikian, gunung api juga memberikan dampak positif, antara lain :

  • Kesuburan tanah di daerah sekitar gunung api aktif
  • Adanya material industri sebagai bahan bangunan, seperti pasir, kerikil, dan batu
  • Ditemukan barang tambang
  • Terjadinya hujan orografis
  • Arealnya bisa dimanfaatkan untuk kehutanan, perkebunan, dan pariwisata

Deretan pegunungan api di Indonesia dibagi menjadi 5, antar lain :

a) Deretan Pagunungan Sunda (Paparan Sunda)

Paparan Sunda adalah deretan pegunungan yang berjajar dari Pulau Sumatra, Jawa, Nusa Tenggara, Maluku Selatan, dan berakhir di Pulau Banda.

b) Deretan Pegunungan Sahul dan Sirkum Australia (Paparan Sahul)

Paparan Sahul adalah deretan pegunungan yang berjajar dari Australia, ujung timur Pulau Papua, masuk melalui tengah Papua dengan puncak tertingi di Jayawijaya.

c) Deretan Pegunungan Sangihe

Yaitu deretan pegunungan yang membujur dari Kepulauan Sangihe (Sulawesi Utara) masuk ke Minahasa, Teluk Gorontalo (dengan Gunung Una-Una yang sering meletus) hingga Sulawesi Selatan.

d) Deretan Pegunungan Halmahera

Adalah dereta pegunungan yang berderet-deret mulai dari Pulau Talaut, Pulau Maju, dan Tifor di Maluku Utara, masuk ke Halmahera serta Pulau Ternate dan Tidore, berbelok ke timur hingga kepala burung.

e) Deretan Pegunungan Kalimantan

Deretan pegunungan ini mulai dari Pulau Palawan (Filipina) kemudian masuk ke Kalimantan Utara (Sabah, Malaysia), berlanjut ke Kalimantan, Indonesia.

3. Dataran Tinggi


Dataran tinggi adalah suatu kenampakan muka bumi berbentuk datar yang mempunyai ketinggian lebih dari 500 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Dataran tinggi biasanya memiliki suhu udara yang sejuk dengan tanah yang subur sehingga cocok digunakan untuk pengembangan daerah pertanian. Tidak semua dataran tinggi di atasnya sempit, ada juga dataran tinggi yang puncaknya datar dan luas, dataran tinggi yang luas tersebut disebut Plato.
Dataran tinggi terbentuk sebagai hasil erosi dan sedimentasi. Beberapa dataran tinggi di Indonesia, antara lain Dataran Tinggi Gayo, Dataran Tinggi Dieng, Dataran Tinggi Malang, dan Dataran Tinggi Alas.

Dataran tinggi bisa juga terjadi oleh bekas kaldera luas yang tertimbun material dari lereng gunung sekitarnya. Dataran tinggi dati kategori ini adalah Dataran Tinggi Dieng di Jawa Tengah.

Wilayah Indonesia pada daerah dataran tinggi memiliki sistem pegunungan yang memanjang dan masih aktif. Relief dataran dengan banyak pegunungan dan perbukitan menyebabkan Indonesia memiliki kesuburan tanah vulkanik, udara yang sejuk, dan alam yang indah. Beberapa mata pencaharian penduduk di dataran tinggi, seperti peternak, petani, buruh perkebunan, buruh pertukangan, pedagang, dan lainnya.

Dataran tinggi biasanya dijadikan sebagai daerah tangkapan air hujan (DTA)/ Catchment Area. Selain dapat memenuhi kebutuhan air tanah di wilayah sekitar, daerah tangkapan air hujan dapat mencegah terjadinya banjir pada daerah bawah. Dataran tingi yang ditumbuhi pepohonan besar dengan kondisi hutan yang masih terjaga berfungsi mencegah erosi, digunakan sebagai suaka margasatwa, cagar alam, bahkan tempat wisata.

Dataran tinggi memiliki potensi bencana berupa tanah longsor. Tanah longsor adalah gejala alam yang terjadi di sekitar kawasan pegunungan. Semakin curam kemiringan lereng, maka akan semakin berpotensi mengalami longsor. Tanah langsor dapat disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu antara lain hujan, karakteristik tanah, bebatuan, dan tingkat kemiringan lahan.

4. Dataran Rendah


Dataran rendah adalah daerah datar yang memiliki ketinggian hampir sama. Di Indonesia daerah dataran rendah merupakan daerah yang penuh dengan kedinamisan dan kegiatan penduduk yang sangat beragam. Daerah dataran rendah cocok dijadikan wilayah pertanian, perkebunan, peternakan,kegiatan industri, dan sentra-sentra bisnis.

Karena memiliki lokasi yang datar maka pengembangan daerah bisa dilakukan secara luas. Pembangunan jalan raya dan jalan tol serta kelengkapan sarana transportasi menyebabkan kawasan dataran rendah menjadi pusat ekonomi. Dengan adanya pembangunan tersebut, maka akan mengurangi kawasan terbuka sebagai tangkapan air, sehingga di dataran rendah sangat berpotensi terjadi banjir di musim penghujan dan kekeringan di musim kemarau. Selain itu kawasan dataran rendah juga berpotensi terkena tsunami dan gempa.

Mata pencaharian penduduk di dataran rendah sangat beranekaragam Beberapa mata pencaharian terebut, diantaranya petani, buruh, pedagang, pengrajin, peternak, penyedia jasa, karyawa swasta, wiraswasta, dan lain-lain.

5. Daerah Pantai

Daerah pantai adalah batas antara wilayah daratan dan lautan. Pantai sebenarnya masuk ke dalam dataran rendah, namun memiliki karakteristik yang dekat dengan laut. Aktivitas ekonomi di daerah pantai seperti :
  • Nelayan menangkap ikan
  • Pembuatan tambak-tambak budidaya ikan dan udang
  • Pembuatan tambak untuk garam
  • Budi daya mutiara dan rumput laut
  • Budidaya perkebunan kelapa dan pengolahan sawah pasang surut
  • Objek wisata

Beberapa jenis tanaman yang cocok di daerah pantai antara lain kelapa, semangka, melon, dan buah naga.

Ada pula pantai yang digunakan sebagai sarana transportasi dan bongkar muat barang. Daerah pantai yang digunakan sebagai dermaga pelabuhan, seperti :
  • Tanjung Benoa,
  • Gilimanuk (Bali),
  • Tanjung Emas (Semarang)

Pola hunia perumahan di daerah pantai memanjang (linier) mengikuti garis pantai. Hal tersebut dikarenakan kebanyakan penduduk yang berprofesi sebagai nelayan. Dengan rumah mengikuti garis pantai akan memudahkan penduduk untuk dekat mencari ikan.

Suhu udara di daerah pantai sangat panas. Pada siang hari suhu bisa lebih dari 27 derajat Celcius. Dengan suhu di siang hari yang panas, menyebabkan kebanyak penduduk di sekitar pantai memiliki kulit yang agak gelap. Karakteristik lain penduduk sekitar pantai adalah volume suara yang agak tinggi bahkan harus berteriak, sebab harus mengalahkan suara ombak di laut.

Daerah pantai tentu berpotensi bencana alam seperti tsunami dan gempa bumi. Gempa bumi adalah getaran yang dirasakan di permukaan bumi yang berasa dari dalam lapisan-lapisan bumi. Sedangkan tsunami adalah fenomena alam yang terjadi diawali dengan adanya gempa di dalam tanah di bawah laut atau longsoran ke laut yang menyebabkan ombak tinggi menerjang daerah permukiman warga.

Bank Soal Next : Perairan Indonesia

CLOSE ADS
CLOSE ADS

Post a Comment