Iklan Header

Kita sering mendengar Indonesia adalah negara maritim. Apakah kamu tahu apa itu maritim? Maritim adalah segala aktivitas pelayaran dan perniagaan yang berhubungan dengan kelautan atau biasa disebut pelayaran niaga.


Indonesia disebut sebagai negara maritim karena memang sebagian besar wilayah Indonesia berupa perairan. Sebagaimana materi yang sudah dibahas mengenai luas perairan indonesia sebelumnya. Wilayah perairan indonesia mencakup 2/3 dari seluruh wilayah Indonesia.


Dengan karakteristik wilayah perairan indonesia yang luas, maka tidak heran di dalamnya mengandung potensi kekayaan alam yang melimpah. Potenis indonesia sebagai negara maritim adalah segala sesuatu yang terdapat di perairan laut Indonesia yang dapat dimanfaatkan oleh penduduk Indonesia, dan dapat meningkatkan kesejahteraan penduduk Indonesia.


Selain potensi yang begitu besar, perairan indonesia juga menjadi jalur pelayaran internasional. Dimanakah itu? Ada yang tahu? Oke, baca selengkapnya ya.


potensi-perairan-terumbu-karang-mangrove-perikanan-indonesia

Wilayah perairan indonesia memang luar biasa menakjubkan, kita mesti bersyukur Allah telah memberikan kenikmatan ini. Dari banyaknya sumber daya kelautan indonesia, berikut diantaranya yang terkenal :



Terumbu Karang


Kamu pasti sering mendengar atau bahkan melihat terumbu karang?

Oke, lalu jika ditanya apa yang dimaksud dengan terumbu karang?

Jelaskan manfaat terumbu karang?

Kamu bisa menjawabnya?


Baiklah, kita bahas bersama-sama,

Terumbu karang adalah batuan sedimen kapur di laut yang sebagian besar dihasilkan dari koral (binatang yang menghasilkan kapur untuk kerangka tubuhnya). Jika koral-koral tersebut membentuk koloni, maka akan terbentuk karang.


Tahukah kamu, bahwa terumbu karang yang ada di dunia, 18%-nya berada di Indonesia. Wow. Baru tahukan? Luas terumbu karang di Indonesia mencapai 284,3 ribu kilometer persegi. Selain luas, terumbu karang di Indonesia juga beranekaragam lho.


Kira-kira kenapa terumbu karang banyak terdapat di Indonesia?


Sebab Indonesia memiliki suhu perairan laut antara 21-29 derajat celcius, dengan kedalaman air tidak lebih dari 18 meter, serta kandungan garam air laut di Indonesia juga tinggi. Karakteristik itulah yang menyebabkan terumbu karang hidup baik di Indonesia


Lalu, apa manfaat terumbu karang? Coba kamu sebutkan manfaat terumbu karang? Bisa?

Oke, Terumbu karang memiliki manfaat, diantaranya :


Manfaat terumbu karang secara ekologis :

Manfaat terumbu karang secara ekologis adalah peran dan fungsi terumbu karang bagi lingkungan (alam sekitar) maupun bagi biota laut lainnya. Adapun manfaat terumbu karang secara ekologis antara lain :


  • Penunjang ekologi terumbu karang
  • Terumbu karang menyediakan tempat tinggal bagi ikan dan biota laut lainnya. Selain itu, juga menjadi tempat mencari makan dan berkembang biak.

  • Sumber keanekaragaman hayati yang tinggi
  • Dengan tingkat keanekaragaman hayati yang tinggi, maka terumbu karang menjadi sumber keanekaragaman genetik dan spesies. Keanekaragaman genetik adalah ditemukannya keberagaman variasi makhluk hidup yang memiliki ketahanan hidup yang lebih tinggi. Adapun keanekaragaman spesies adalah semakin banyak jenis biota yang dapat dimanfaatkan.

  • Pelindung pantai dan pesisir
  • Terumbu karang mampu memperkecil energi ombak yang menuju ke daratan.

  • Mengurangi pemanasan global
  • Gas karbondioksida dapat diserap oleh terumbu karang melalui reaksi kimia dan batuan karang, lalu diubah menjadi zat kapur yang menjadi bahan baku terumbu karang. Dalam proses tersebut, karang dibantu oleh tumbuhan bersel satu yang hidup di dalam jaringan tubuh karang. Sehingga CO2 dapat berkurang dengan adanya terumbu karang.

Manfaat terumbu karang secara ekonomis

Secara ekonomis terumbu karang bermanfaat sebagai :


  • Sumber makanan
  • Terumbu karang yang menjadi tempat tinggal berbagai biota laut yang bisa menjadi sumber makan bagi manusia. Sebagai contoh adalah rumput laut, jenis ikan, udang, kepiting, teripang, dll. Semua itu bisa menjadi sumber makan bagi manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

  • Sumber bahan dasar untuk obat dan kosmetik
  • Salah satu biota yang ada di terumbu karang adalah berbagai jenis alga yang dapat dimanfaatkan untuk pembuatan kosmetik dan bahan pembungkus kapsul. Berbagai biota lainnya juga berfungsi sebagai bahan antibiotik, antiradang, dan antikanker.

  • Sebagai objek wisata
  • Terumbu karang di laut tentu menjadi daya tarik yang indah bagi wisatawan. Tidak heran jika para turis domestik maupun mancanegara berwisata untuk melihat terumbu karang. Di kawasan terumbu karang kamu bisa snorkling maupun menyelam untuk melihat terumbu karang dari dekat. Wisata terumbu karang yang terkenal di Indonesia diantaranya berada di Bunaken dan Raja Ampat.

  • Sumber mata pencaharian
  • Dengan adanya terumbu karang, maka masyarakat di daerah sekitarnya juga bisa mencari sumber pendapatan dari sana. Contohnya, masyarakat sekitar bisa menjadi nelayan, tour guide, penyedia sewa snorkling, sewa hotel, warung makan, dll.

  • Sumber bibit budi daya
  • Bibit budi daya tentu diperoleh dari habitat aslinya. Terumbu karang sebagai rumah dari berbagai biota laut seperti berbagai jenis ikan, teripang, dan rumput laut bisa mudah diperoleh di terumbu karang.

Manfaat sosial terumbu karang

Manfaat sosial terumbu karang adalah terumbu karang yang berperan dalam menunjang kehidupan sosial masyarakat. Adapun manfaat sosial terumbu karang diantaranya :

  • Penunjang kegiatan pendidikan dan penelitian
  • Terumbu karang bisa menjadi laboratorium alam sebagai sarana memperkenalkan biota laut kepada semua orang. Selain itu, habitat terumbu karang juga bisa menjadi objek penelitian bagi seorang peneliti.

  • Sarana rekreasi masyarakat
  • Tentu, dengan keindahan terumbu karang yang menakjubkan, maka terumbu karang bisa menjadi sarana rekreasi bagi para wisatawan.


Perikanan


Jika kita sudah tahu luas perairan Indonesia yang sangat luas, tentu di potensi di dalamnya juga begitu banyak.


Laut Indonesia memiliki angka potensi lestari yang besar, yaitu 6,4 juta ton per tahun. Potensi lestari adalah potensi penangkapan ikan yang masih memungkinkan bagi ikan untuk melakukan regenerasi hingga jumlah ikan yang ditangkap tidak mengurangi populasi ikan. Berdasarkan aturan internasional, jumlah tangkapan ikan yang diperbolehkan adalah sebesar 80% dari potensi lestari.


Lalu, selama ini sudah berapa banyakkah penangkapan ikan di Indonesia?


Ternyata, penangkapan ikan selama ini di Indonesia masih jauh dari angka 80%. Berarti masih banyak sekali potensi perikanan yang belum dieksploitasi di Indonesia. Masih banyak peluang dalam pemanfaatan potensi perikanan di Indonesia.


Jika kita telusuri lebih lanjut, potensi ikan di Indonesia bagian barat dan Inodonesia bagian timur berbeda. Di Indonesia bagia barat dengan karakteristik lautnya mempunyai kedalaman 75 meter, jenis ikan yang banyak ditemui adalah ikan pelagis kecil. Sedangkan di Indonesia bagian timur dengan kedalaman laut mencapai 4.000 meter, ditemui ikan pelagis besar seperti cakalang dan tuna.


Pada kenyataannya, selain menjadi nelayan (menangkap ikan) masyarakat Indonesia juga membudidayakan ikan dengan membuat tambak di pesisir laut. Jenis ikan yang dibudidayakan seperti bandeng dan udang. Padahal, potensi penangkapan ikan cakalang dan tuna terutama di Indonesia bagian timur sangat menjanjikan untuk dikelola.



Hutan Mangrove


Kamu tahu pohon mangrove atau bakau? Hutang mangrove adalah tipe hutan yang berada di daerah pasang surut air laut. Terkadang tergenang oleh air laut saat pasang, dan terkadang pula tidak ada air pada saat air laut surut.


Fungsi hutan mangrove sebagai salah satu potensi sumber daya laut, ada dua yaitu :


a. Fungsi ekologis

Hutan mangrove memiliki fungsi biologis atau ekologis yaitu :


  • Sebagai habitat (tempat tinggal) binatang laut, dan
  • Untuk melindungi pantai dari abrasi air laut

b. Fungsi ekonomis

Fungsi ekonomis hutan mangrove berupa kayu dari pohon mangrove (bakau). Kayu bakau biasanya digunakan sebagai kayu bakar atau bahan pembuat arang. Selain itu, kayu ini juga bisa digunakan untuk membuat kertas.


Potensi hutan mangrove di Indonesia cukup banyak. Persebaran hutan mangrove berada di Indonesia tidak merata, diantaranya:


  • Pesisir sebelah barat Pulau Sumatra (417 ribu ha),
  • Beberapa bagian di pantai utara Pulau Jawa (34,4 ribu ha),
  • Sepanjang pesisir pulau Kalimantan (165 ribu ha),
  • Pesisir Pulau Sulawesi (53 ribu ha),
  • Pesisir sebelah selatan Pulau Papua (3,7 juta ha),
  • Bali dan Nusa Tenggara (3,7 ha).

Meskipun masih memiliki hutan mangrove yang luas, akan tetapi makin tahun luas hutan mangrove semakin menurun. Hal tersebut disebabkan oleh alih fungsi lahan dari hutan mangrove menjadi tambak, dan penebangan liar.


Indonesia memang kaya akan potensi sumber daya alam maupun perairannya. Akan tetapi ancaman terhadap lingkungan masih saja menghantui masyarakat dan makhluk hidup lingkungannya. Maka, sebagai warga yang bijak, kita perlu memperhatikan hal-hal berikut :


  • Menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan
  • Melarang penggunaan alat penangkap ikan yang berbahaya (pukat harimau dan peledak)
  • Penanaman pohon bakau (mangrove) di pesisir pantai
  • Memberi sanksi yang tegas terhadap pihak yang melakukan eksploitasi sumber daya secara berlebihan.

Sumber Daya Alam Indonesia Dinamika Penduduk

CLOSE ADS
CLOSE ADS

Post a Comment