Iklan Header

Kebutuhan manusia sangat beraneka ragam, tidak terbatas, dan berlangsung terus-menerus. Sebab, kebutuhan manusia akan selalu terus ada. Ketika kebutuhan satu sudah terpenuhi, maka akan muncul kebutuhan-kebutuhan lain yang selanjutnya. Sehingga, bisa dikatakan kebutuhan manusia tidak ada habisnya.


Manusia mengalami berbagai masalah dalam memenuhi kebutuhannya terutama jumlah (kuantitas) untuk memenuhinya, dalam perekonomian istilah ini disebut dengan istilah langka. Adanya kelangkaan tersebut membuat manusia harus benar-benar memerhatikan pengorbanan yang dilakukan untuk mendapatkan hasil yang memuaskan. Oleh karena itulah, manusia disebut sebagai Makhluk Ekonomi


ilmu-ekonomi-dan-permasalahannya

Manusia sebagai Makhluk Ekonomi

Manusia sebagai makhluk ekonomi dalam bahasa latinnya disebut dengan homo economicus. Manusia disebut sebagai makhluk ekonomi karena manusia selalu berpikir tentang upaya untuk memenuhi kebutuhannya semaksimal mungkin dengan sumber daya yang tersedia.


Manusia sebagai makhluk ekonomi akan selalu bertindak dengan penuh perhitungan. Sehingga, manusia akan berusaha berhemat dalam pengeluaran ekonominya.


Menurut Adam Smith, manusia adalah makhluk ekonomi yang cenderung tidak pernah merasa puas dengan apa yang telah diperolehnya dan senantiasa berusaha memenuhi kebutuhannya.


Jadi, makhluk ekonomi (homo economicus) adalah


makhluk yang dalam setiap aktivitasnya selalu didasari pengorbanan dan manfaat yang akan diperoleh.

Makhluk ekonomi bukan berarti makhluk yang egois dalam memenuhi kebutuhannya, namun manusia yang tetap menjaga keseimbangan diri dengan lingkungan sekitarnya. Manusia sebagai makhluk ekonomi memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

  • Manusia yang tidak pernah merasa puas akan selalu berusaha memnuhi kebutuhan hidupnya
  • Manusia selalu dihadapkan dengan berbagai keinginan dan kebutuhan
  • Manusia selalu berusaha mendahulukan akal (rasional) dalam memenuhi kebutuhannya dengan mempertimbangkan pengorbanan dan manfaatnya.


Kelangkaan sebagai Permasalahan Ekonomi Manusia

Manusia sebagai makhluk ekonomi akan selalu berusaha untuk mendapatkan kemakmuran dan kesejahteraan dalam kehidupannya. Namun dalam kenyataannya, banyak orang yang berusaha untuk mencapai kemakmuran dan kesejahteraan tanpa memperdulikan lingkungan sekitarnya. Sehingga berakibat pada berkurangnya berbagai alat pemenuh kebutuhan manusia (terjadi kelangkaan).


Pengertian Kelangkaan

Kebutuhan manusia semakin hari semakin bertambah, sedangkan barang-barang dan jasa serta sumber-sumber alam lain jumlahnya terbatas atau langka. Sumber daya yang tersedia antara satu tempat dengan tempat yang lain tidak sama. Jika dibandingkan antara kelangkaan sumber daya dengan kebutuhan manusia akan menyebabkan kurangnya atau tidak terpenuhinya sebagian atau seluruh kebutuhan untuk hidup. Maka kelangkaan ini merupakan masalah ekonomi manusia.


Masalah ekonomi muncul karena adanya kebutuhan manusia yang tidak terbatas, sedangkan alat pemuas kebutuhan yang berupa barang dan jasa terbatas. Ketidakseimbangan antara kebutuhan dan ketersediaan alat pemuas kebutuhan itu disebut kelangkaan.


Kelangkaan atau scarcity dalam ilmu ekonomi dapat diartikan menjadi dua, yaitu :

  • Terbatas dalam arti tidak cukupnya alat pemenuh kebutuhan dibandingkan dengan banyaknya kebutuhan, serta
  • Terbatas dalam arti membutuhkan pengorbanan untuk mendapatkan alat pemenuh kebutuhan.

Jadi, kelangkaan adalah terjadinya ketidakseimbangan atau tidak cukupnya sumber daya atau alat pemenuh kebutuhan yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan manusia.

Berdasarkan pengertian kelangkaan tersebut, maka terdapat berbagai kriteria yang menjadikan suatu alat pemenuh kebutuhan disebut langka. Adapun ciri-ciri atau kriteria alat pemenuh kebutuhan disebut langka, sebagai berikut :

  • Jumlahnya lebih kecil (lebih sedikit) dari jumlah yang dibutuhkan manusia.
  • Tidak memberikan hasil yang cukup untuk memenuhi kebutuhan manusia.
  • Untuk memperolehnya diperlukan biaya atau pengorbanan.


Faktor Terjadinya Kelangkaan

Adapun faktor-faktor yang menyebabkan kelangkaan adalah :

  • Sifat serakah yang dimiliki sebagian besar manusia.
  • Persediaan sumber daya yang terbatas.
  • Kebutuhan manusia terus meningkat, namun sumber daya alam baru belum ditemukan.
  • Masih terbatasnya kemampuan manusia/ tenaga ahli untuk mengelola sumber daya alam yang ada.
  • Pertumbuhan penduduk yang tidak seimbang dengan pertumbuhan produksi.
  • Bencana alam.

Ilmu Ekonomi Untuk Mengatasi Kelangkaan

Masalah ekonomi akan muncul dalam kehidupan manusia akibat tidak seimbangnya alat pemenuh kebutuhan dan juga sumber daya yang ada. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka harus ditemukan solusi yang tepat. Salah satu solusi untuk mengatasi masalah kelangkaan dalam ekonomi adalah dengan mempelajari ilmu ekonomi.


Ekonomi berasal dari bahasa Yunani, yaitu oikonomia, dimana oikonomia terdiri atas dua kata, yaitu oikos (rumah tangga) dan nomos (aturan).

Jadi, ekonomi adalah aturan rumah tangga atau ilmu yang mengatur rumah tangga.

Beberapa ahli menjelaskan pengertian ilmu ekonomi, sebagai berikut :

  • Alfred Marshall

  • Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari usaha-usaha individu dalam ikatan pekerjaan dalam kehidupannya sehari-hari. Ilmu ekonomi membahas kehidupan manusia yang berhubungan dengan bagaimana ia memperoleh pendapatan dan bagaimana pula ia mempergunakan pendapatan itu.

  • Adam Smith

  • Ilmu ekonomi merupakan ilmu kekayaan atau ilmu yang khusus mempelajari sarana-sarana kekayaan suatu bangsa dengan memusatkan perhatian secara khusus terhadap sebab-sebab material dari kemakmuran, seperti hasil-hasil indutri, pertanian, dan sebagainya.

Jadi, berdasarkan pengertian di atas, ilmu ekonomi adalah ilmu pengetahuan sosial yang mempelajari tingkah laku manusia dalam memenuhi kebutuhan untuk mencapai kemakmuran. Kemakmuran akan tercapai apabila kebutuhan sudah terpenuhi. Untuk mencapai kemakmuran itu, manusia harus selalu berusaha melakukan tindakan-tindakan atau perngorbanan, baik berupa tenaga, waktu, maupun materi.


Ilmu ekonomi juga menjadi upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi kelangkaan. Adapun usaha yang dapat dilakukan untuk menanggulangi kelangkaan, sebagai berikut :

  • Menyusun skala prioritas, yaitu mengurutkan kebutuhan berdasarkan tingkat kepentingan dan mendesak atau tidaknya kebutuhan tersebut. Hal utama yang harus diperhatikan pada saat menyusun skala prioritas adalah penghasilan yang tersedia. Tujuan seseorang menyusun skala prioritas kebutuhan adalah untuk mengatasi kelangkaan.
  • Memanfaatkan sumber daya alam yang ada dengan efektif dan efisien.
  • Meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan menyelenggarakan pelatihan dan pendidikan.
  • Mengelola dan mendayagunakan sumber-sumber modal secara tepat.

Bahasan Sebelumnya :


Bahasan Selanjutnya :
Jenis Kebutuhan Manusia--->

CLOSE ADS
CLOSE ADS

Post a Comment