Iklan Header

Jika kita melihat sekeliling kita, satu orang dengan orang lain pasti memiliki perbedaan. Tidak ada yang sama. Entah itu dilihat dari perbedaan jenis kelamin, usia, suku bangsa, dan lain sebagainya.


Sama halnya dalam suatu negara, meskipun mungkin masih memiliki garis keturunan suku bangsa yang sama, pasti terdapat perbedaan-perbedaan setiap manusia. Tak terkecuali di negara Indonesia. Terdapat perbedaan-perbedaan berdasarkan umur dan jenis kelamin. Perbedaaan penduduk dari berbagai faktor tersebut dikenal dengan komposisi penduduk.


komposisi-penduduk-Indonesia-berdasarkan-usia-dan-jenis-kelamin-dalam-piramida-penduduk

Berdasarkan prolog di atas, menurut kamu apa yang dimaksud dengan komposisi penduduk?


Menjelaskan pengertian komposisi penduduk

Jadi, deskripsi komposisi penduduk adalah pengelompokan penduduk berdasarkan usia/ umur, jenis kelamin, mata pencaharian, agama, bahasa, pendidikan, tempat tinggal, jenis pekerjaan, dan lain-lain.


Kamu tahu tidak, mengapa kita memerlukan data komposisi penduduk? Kira-kira komposisi penduduk untuk apa ya?


Ternyata, komposisi penduduk diperlukan dalam suatu negara karena dapat dijadikan dasar pengambilan keputusan atau penentuan kebijakan dalam pelaksanaan pembangunan. Jadi, setiap pengambilan keputusan terutama yang menyangkut dengan warga negara yang diambil oleh pemerintah, harus berpedoman dengan data komposisi penduduk ini.


Macam Komposisi Penduduk

Seperti yang sudah disinggung di atas, mengenai pengertian komposisi penduduk, maka jenis komposisi penduduk melingkupi banyak hal. Namun, kali ini kita akan membahas dua hal saja yaitu komposisi penduduk berdasarkan umur - jenis kelamin dan berdasarkan pekerjaan.


  1. Komposisi Penduduk Berdasarkan Pekerjaan

  2. Komposisi penduduk menurut pekerjaan didasarkan pada kegiatan ekonomi atau jenis usaha yang digeluti masyarakat. Di Indonesia, komposisi penduduknya mayoritas bekerja di bidang pertanian, sehingga negara Indonesia belum dikatakan negara maju. Pada umumnya, kriteria negara maju adalah mayoritas penduduknya bekerja di bidang industri dan jasa.

    Dengan adanya data komposisi berdasarkan pekerjaan, maka pemerintah dapat mengambil kebijakan seperti perlunya pelatihan dan penyuluhan mengenai pekerjaan di bidang pertanian, perikanan, dan lain sebagainya.

  3. Komposisi Penduduk Berdasarkan Umur dan Jenis Kelamin

  4. Jika kita melihat data komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin, maka akan ada beberapa informasi yang bisa kita dapatkan, diantaranya :
    • Jumlah tenaga kerja produktif dan nonproduktif,
    • Pertambahan penduduk,
    • Usia sekolah,
    • Rasio laki-laki dan perempuan,
    • Rasio jenis kelamin (sex ratio) adalah perbandingan banyaknya penduduk laki-laki dengan jumlah penduduk perempuan di suatu daerah dalam jangka waktu tertentu.

    • Angka ketergantungan (Beban Ketergantungan)
    • Angka ketergantungan atau beban ketergantungan adalah angka yang menyatakan perbandingan antara banyaknya orang yang termasuk usia tidak produktif (<15 tahun dan >65 tahun) dengan jumlah penduduk usia produktif (15-65 tahun).

      Keterangan rentang usia produktif dan non produktif adalah :
      1. Usia Non Produktif : umur dibawah 15 tahun dan di atas umur 65 tahun,
      2. Usia Produktif : umur antara 15 tahun hingga 65 tahun.

      Jika dalam suatu negara memiliki penduduk usia di bawah 15 tahun dan di atas 65 tahun lebih banyak dibandingkan dengan jumlah penduduk usia antara 15-65 tahun, maka negara tersebut memiliki angka ketergantungan atau beban ketergantungan besar atau tinggi. Sebab usia produktif harus menanggung kehidupan penduduk usia non produktif.

      Begitu pun sebaliknya, negara memiliki angka ketergantungan yang rendah jika penduduk usia non produktif lebih sedikit dibandingkan penduduk usia produktif. Sebab, penduduk produktif hanya sedikit saja menanggung beban usia non produktif.

Piramida Penduduk

Terkadang kita perlu data atau informasi bersifat virtual (gambar/ grafik) untuk memperjelas data informasi yang disajikan. Begitu pula, data informasi komposisi penduduk. Terutama komposisi penduduk berdasarkan umur dan jenis kelamin, bisa digambar dengan piramida penduduk.


Piramida penduduk adalah grafik yang dibuat secara horizontal untuk membandingkan penduduk laki-laki dan perempuan serta penduduk usia produktif dan non produktif.


Piramida penduduk dibagi menjadi 3 jenis, yaitu piramida penduduk muda (expansive), piramida penduduk tetap (stationer), dan piramida penduduk tua (constructive) :


  1. Piramida Penduduk Muda (Expansive)

  2. piramida-penduduk-muda-expansive
    Sumber : zenius

    Bentuk piramida penduduk muda terjadi jika usia penduduk mendominasi komposisi penduduk suatu negara. Sehingga grafiknya akan tergambar bagian bawah grafik akan lebih gemuk dan semakin ke atas (usia tua) semakin kurus. Piramida penduduk muda segitiga berbentuk segitiga.

    Arti dari piramida penduduk muda ini adalah penduduk daerah tersebut sedang mangalami pertumbuhan, dengan jumlah kelahiran lebih besar daripada jumlah kematian.

  3. Piramida Penduduk Tetap (Stationer)

  4. piramida-penduduk-tetap-stationer
    Sumber : zenius

    Bentuk piramida penduduk stasioner terjadi jika jumlah penduduk pada tiap kelompok umur (baik muda, dewasa, dan tua) relatif seimbanga. Grafik yang ditampilan dalam piramida penduduk tetap, hampir rata dari bawah hingga atas, sehingga seolah berbentuk persegi panjang.

    Arti dari piramida penduduk tetap adalah angka kelahiran seimbang dengan angka kematian. Sehingga jumlah usia muda hampir sama dengan usia dewasa.

  5. Piramida Penduduk Tua

  6. piramida-penduduk-tua-constructive-batu-nisan
    Sumber : zenius

    Bentuk piramida penduduk tua berkebalikan dengan piramida penduduk muda. Jadi, bagian bawah kurus sedangkan bagian atas gemuk, sehingga seperti berbentuk batu nisan.

    Arti dari piramida penduduk tua adalah bayi yang lahir di daerah tersebut lebih sedikit dari pada jumlah kematiannya. Sehingga jumlah usia muda lebih sedikit dibandingkan dengan penduduk usia dewasa. Lama-kelamaan akan terjadi penurunan jumlah penduduk.

Bahasan Sebelumnya :

CLOSE ADS
CLOSE ADS

Post a Comment