Iklan Header

Dalam pembahasan sebelumnya, kita membahas tentang letak dan luas wilayah indonesia. Tahukah kamu bagaimana kita menghitung luas dan menentukan letak wilayah indonesia? Jawabannya tentu dengan peta.

Pengertian Peta

Kamu sudah pernah melihat peta? Apa yang kamu pikirkan ketika melihat peta? Saya yakin, kamu sering melihat peta, entah peta lembaran (print out) maupun peta digital (seperti google map). Lalu, pengertian peta apa ya?


penjelasan-peta


Peta adalah gambaran sebagian atau seluruh wilayah di permukaan bumi dengan berbagai kenampakannya pada bidang datar yang diperkecil dengan menggunakan skala tertentu. Ilmu yang mempelajari tentang peta disebut dengan kartografi.


Lalu, apa sih manfaat dan tujuan adanya peta?

Manfaat Peta

Manfaat peta bagi pembacanya dapat disebutkan sebagai berikut :

  1. Menunjukkan posisi atau lokasi relatif di muka bumi
  2. Menggambarkan ukuran luas dan bentuk fenomena fisik dan sosial budaya
  3. Menunjukkan arah, jarak, serta sebaran fenomena di muka bumi
  4. Menunjukkan gerakan dan kecenderungan perubahan pola keruangan di muka bumi

  5. Ternyata Peta juga memiliki beberapa Jenis yang mesti kamu ketahui lho

    Jenis Peta

    Jenis-jenis peta yang digunakan saat dapat dibedakan berdasarkan beberapa hal, sebagai berikut :


    1. Berdasarkan isinya

    2. a. Peta Umum

      Peta yang memberikan gambaran umum atau kenampakan yang bersifat umum dari suatu daerah. Kenampakan yang dimaksud dapat berupa kenampakan alami maupun kenampakan sosial ekonomi. Intinya adalah peta umum menggambarkan kenampakan umum seperti jalan, penggunaan lahan, sungai, danau, dll

      b. Peta Khusus (Peta Tematik)

      Peta yang menggambarkan kenampakan khusus pada daerah tertentu. Contoh peta tematik adalah peta jenis tanah (peta yang menggambarkan khusus jenis tanah saja), peta sebaran ikan (menggambarkan sebaran ikan di laut saja), peta kesuburan tanah (menggambarkan tingkat kesuburan tanah saja), dll. Jadi, peta khusus ini dibuat memang dikhususkan untuk menunjukkan "sesuatu" yang ingin digambarkan.


    3. Berdasarkan Skalanya

    4. a. Peta Kadaster

      Peta dengan skala 1:100 hingga 1:5.000. Kenampakan yang tergambar pada peta ini sangat jelas dan detail. Jika kamu paham sistem zooming dalam hp android, peta kadaster ini merupakan "zoom in" paling maksimal. Peta ini biasanya digunakan dalam peta tanah untuk sertifikat tanah, sebab gambaran petanya yang jelas dan detail.

      b. Peta Skala Besar

      Peta dengan skala 1:5.000 hingga 1:250.000. Peta ini biasanya dibuat untuk menggambarkan wilayah yang agak sempit seperti administrasi desa/ kecamatan.

      c. Peta Skala Menengah

      PEta dengan skala 1:250.000 hingga 1:500.000. Peta ini menggambarkan wilayah yang agak luas seperti wilayah administrasi provinsi.

      d. Peta Skala Kecil

      Peta dengan skala 1:500.000 hingga 1:1.000.000 atau lebih. Peta yang menggambarkan wilayah yang relatif luas, seperti peta negara, peta benua, bahkan peta dunia.

    5. Berdasarkan Bentuknya

    6. a. Peta Datar

      Peta yang dibuat dalam bidang datar, seperti kertas, kain, tembok, dll.

      b. Peta Timbul

      Peta yang dibuat sesuai dengan bentuk aslinya, tentu diperkecil dengan skala tertentu.

      c. Peta Digital

      Peta yang dibuat dan dapat dilihat dengan alat bantu digital seperti komputer, laptop, hp, dll. Peta ini bisa dilihat dilayar monitor. Jadi google map juga termasuk peta digital.

    Syarat Peta

    Terkadang kita melihat peta buta yang sulit untuk kita pahami. Ketika melihatnya bukannya tahu posisi atau letak obyek yang kita cari, malahan kita jadi bingung?? Jika, kamu melihat peta tersebut, berarti peta itu tidak memenuhi syarat pada pembentuk peta. Maka, jika kamu mau membuat peta, kamu perlu tahu syarat-syarat peta sebagai berikut :


    1. Konform
    2. Bentuk yang tergambar pada peta harus sesuai dengan bentuk aslinya di lapangan.

    3. Ekuidistan
    4. Jarak di peta dikalikan dengan skalanya, harus sama dengan jarak sebenarnya.

    5. Ekuivalen
    6. Daerah atau bidang yang digambar di peta setelah diperhitungkan dengan skalanya, harus sama dengan keadaan sebenarnya di lapangan.

    Komponen Peta

    Dalam pembacaan peta, kita juga perlu tahu dan perlu paham isian dari peta tersebut. Isian peta atau komponen peta sudah menjadi bahasa universal yang mudah dipahami oleh banyak orang. Adapun komponen peta sebagai berikut :


    1. Judul Peta

    Judul peta sebagai nama dan identitas peta tersebut. Dengan adanya judul peta, pembaca peta akan tahu gambaran lebih isi dari peta tersebut. Judul peta haruslah mewakili isi dari peta yang ditampilkan. Dalam membuat judul peta, perlu memperhatikan beberapa hal :

    a. Nama daerah harus sesuai

    b. Judul tertulis infomrasi yang sesuai dengan isi peta

    c. Jangan sampai menimbulkan penafsiran ganda

    d. Judul peta menggunakan huruf cetak, tegak dan besar semua.


    2. Skala Peta

    Pernahkah melihat gambar peta sebesar apa yang digambarkannya? Misalnya saja peta gunung merapi, apakah ada yang pernah membuat peta sebesar gunung merapi?? Jika iya, berarti kamu harus menyediakan kertas sebesar gunung merapi dong!


    Tentu saja peta dibuat untuk menyederhanakan gambar muka bumi dengan cara diperkecil, tidak mungkin peta di buat sesuai ukuran aslinya. Jika menggambar peta gunung merapi, maka kita hanya perlu memperkecilnya dengan suatu ukuran tertentu. Nah, ukuran untuk memperkecil muka bumi asli ke dalam bidang datar disebut skala.


    Skala peta adalah perbandingan antara jarak di peta dengan jarak sesungguhnya di lapangan. Skala bisa ditulis dengan perbandingan, misal 1:25.000, yang berarti 1 cm di peta sama dengan 25 cm di lapangan sebenarnya.


    Sebagai contoh lain, jika kamu melihat peta Indonesia, panjang jarak antara Jakarta ke Jawa Tengah 10 cm. Pada peta tersebut diketahui skala peta 1:5.000.000. Maka, jarak sebenarnya kalau kamu pergi dari Jakarta ke Jawa Tengah adalah 10cm x 5.000.000cm = 50.000.000cm atau 500km.


    Skala peta memberikan manfaat bagi pembacanya, diantaranya :

    a. Skala dapat digunakan untuk memperbesar dan memperkecil peta

    b. Dapat memudahkan menggambar wilayah yang sangat luas hanya dengan selembar kertas

    c. Dapat menunjukkan jarak sebenarnya antara dua tempat atau lebih, tanpa harus repot-repot mengunjungii tempat tersebut.


    Skala peta memiliki dua bentuk yang bisa kamu kenali, bentuk-bentuk skala peta antara lain :


    a. Skala Angka

    Skala angka adalah skala peta yang dinyatakan dengan angka.

    b. Skala Garis atau Grafis

    Skala garis atau grafis adalah skala pada peta yang digambarkan dengan garis. Lihat gambar berikut untuk mengetahui perbedaannya.

    skala-angka-dan-garis-grafis-peta


    3. Orientasi atau Penunjuk Arah

    Dalam membaca peta kamu harus tahu arah, supaya kamu bisa benar-benar memahami gambaran pada peta. Ketika di hutan misalnya kita tidak mengetahui arah, maka kemungkinan besar kita bisa tersesat. Nah, dalam pembuatan peta yang benar, sebaiknya orientasi atau penunjuk arah harus di senantiasa di cantumkan. Penunjukan arah pada peta, biasa menunjukkan arah utara yang mengarah ke atas.


    orientasi-penunjuk-arah


    4. Simbol Peta

    Simbol peta adalah tanda khusus (icon) pada peta yang mewakili objek yang dipetakan. Simbol harus bersival universal, artinya semua orang mudah menafsirkan dari simbol tersebut, tidak ambigu, dan tidak menimbulkan penafsiran ganda. Simbol digunakan untuk mempermudah penggambaran dan pembaca mudah memahami isi peta.


    Simbol pada peta pada umumnya dibagi menjadi 3, yaitu :


    a. Simbol Titik

    Simbol titik pada peta menggambarkan suatu objek yang tidak begitu luas dibandingkan luas keseluruhan gambaran peta, sehinggu cukup digambarkan dengan titik saja. Simbol titik biasa hanya menampilkan objek yang dianggap penting. Objek yang digambarkan dengan simbol titik seperti, gunung, pelabuhan, bandara, dll.
    simbol-titik-peta
    Sumber : ilmugeografi

    b. Simbol Garis

    Simbol garis pada peta menunjukkan objek yang memanjang, seperti jalan dan sungai. Dalam penggambarannya bisa menampilkan garis dengan berbagai pola, ketebalan, maupun warna.
    simbol-garis-peta
    Sumber : ilmugeografi

    c. Simbol Area atau Luasan


    Simbol dalam peta yang menunjukkan objek dengan luasan tertentu, contohnya danau, sawah, permukiman, dll. Pada peta simbol area digambarkan sesuai bentuk asli objek di lapangan, yang membedakan adalan warna ataupun pola gambarnya.
    simbol-area-luasan-peta
    Sumber : ilmugeografi

    5. Garis Koordinat

    Garis koordinat adalah garis khayal pada peta berupa koordinat peta dalam bentuk garis lintang dan garis bujur. Garis koordinat berguna untuk menunjukkan lokasi absolut objek di permukaan bumi.


    garis-koordinat-bujur-lintang-peta

    6. Inset

    Inset adalah peta kecil yang ada pada peta utama untuk menunjukkan lokasi daerah yang dipetakan di antara lokasi lainnya yang lebih luas.


    inset-peta.jpg

    7. Legenda

    Legenda adalah komponen pada peta yang menunjukkan keterangan semua objek pada peta.


    legenda-peta

    8. Sumber peta

    Sebagaimana dengan hasil karya, peta juga memiliki hak cipta dengan sumber peta yang menunjukkan orang atau lembaga yang membuat peta tersebut. Sumber peta dapat menjadi ukuran apakah peta tersebut hanya peta dengan buatan asal-asalan atau sudah profesional. Adapun peta dengan kualitas baik, harus berasal dari lembaga-lembaga terpercaya, diantaranya :

    a. BIG : Badan Informasi Geospasial

    b. Jantop TNI AD : Jawatan Topografi Angkatan Darat

    c. BPN : Badan Pertanahan Nasional



CLOSE ADS
CLOSE ADS

Post a Comment