Iklan Header

    Sebagai masyarakat, kita semua bertanggung jawab untuk membantu individu yang mengalami masalah dan meminimalkan dampak negatif dari perilaku penyimpangan sosial. Ini bisa dilakukan dengan memahami dan menghormati perbedaan, memberikan dukungan dan bantuan, dan bekerja sama dengan pihak yang terkait untuk menyediakan solusi yang efektif dan berkelanjutan.


    penyimpangan-sosial


    ‌Apa yang Dimaksud dengan Penyimpangan Sosial?


    Penyimpangan sosial adalah perilaku yang tidak sesuai dengan norma-norma sosial yang diterima oleh masyarakat. Ini bisa berupa tindakan kriminal, perilaku devian, atau perilaku yang dianggap tidak sesuai dengan norma-norma moral dan sosial. Penyimpangan sosial dapat menimbulkan dampak negatif bagi individu maupun masyarakat secara keseluruhan.


    Penyimpangan sosial dapat terjadi karena beberapa faktor, seperti masalah ekonomi, masalah keluarga, masalah pendidikan, dan masalah kesehatan mental. Faktor-faktor ini bisa memengaruhi individu untuk melakukan perilaku yang tidak sesuai dengan norma-norma sosial. Ada juga individu yang memiliki perilaku penyimpangan sosial sejak lahir, seperti gangguan kepribadian atau gangguan perilaku.


    Penanganan penyimpangan sosial bisa dilakukan melalui berbagai pendekatan, seperti pendekatan hukum, pendekatan kesehatan mental, dan pendekatan sosial. Tujuan utama dari penanganan penyimpangan sosial adalah untuk membantu individu memahami norma-norma sosial dan mengatasi masalah yang mendasar yang menyebabkan perilaku penyimpangan.


    Baca juga : Pecahkan Masalahmu dengan Salah Satu Cara Akomodasi Ini



    ‌Faktor Apa Saja yang menyebabkan penyimpangan sosial?


    Faktor-faktor yang dapat menyebabkan penyimpangan sosial meliputi:


    1. Masalah ekonomi: Keterbatasan akses terhadap sumber daya ekonomi, seperti pekerjaan dan pendapatan yang rendah, dapat menyebabkan individu menjadi tertekan dan membuat mereka melakukan perilaku penyimpangan sosial.
    2. Masalah keluarga: Masalah dalam keluarga, seperti kekerasan dalam rumah tangga, konflik antar anggota keluarga, dan perceraian, dapat memengaruhi perilaku individu.
    3. Masalah pendidikan: Kegagalan dalam sistem pendidikan, seperti ketidakmampuan memenuhi harapan orang tua atau guru, dapat menyebabkan individu mengalami masalah emosional dan perilaku penyimpangan sosial.
    4. Masalah kesehatan mental: Gangguan kesehatan mental, seperti depresi, skizofrenia, dan gangguan kepribadian, dapat mempengaruhi perilaku individu.
    5. Tekanan lingkungan: Tekanan lingkungan, seperti diskriminasi, kebiasaan buruk, dan tindakan kriminal yang terus-menerus, dapat mempengaruhi perilaku individu dan menyebabkan penyimpangan sosial.
    6. Pemahaman yang salah tentang norma-norma sosial: Individu yang memiliki pemahaman yang salah tentang norma-norma sosial dan moral dapat melakukan perilaku penyimpangan sosial.
    7. Faktor biologis: Ada bukti bahwa faktor biologis, seperti kelainan genetik dan kondisi otak, dapat memengaruhi perilaku individu dan menyebabkan penyimpangan sosial.


    Baca juga : Kenali Fungsi Lembaga Agama



    ‌Apa Saja contoh dari Penyimpangan Sosial?


    Berikut adalah beberapa contoh dari penyimpangan sosial:


    1. Tindakan kriminal: Tindakan kriminal meliputi kejahatan seperti pencurian, pembunuhan, perampokan, dan tindakan kekerasan lainnya.
    2. Penyimpangan seksual: penyimpangan seksual meliputi perilaku seksual yang tidak sesuai dengan norma-norma sosial dan moral, seperti pedofilia, pemerkosaan, dan zina.
    3. Penyalahgunaan narkoba: Penyalahgunaan narkoba meliputi penggunaan dan penjualan obat terlarang.
    4. Perilaku liar: Perilaku liar meliputi tindakan seperti mencuri, berbohong, dan menipu.
    5. Perilaku mengancam: Perilaku mengancam meliputi pemukulan, ancaman pembunuhan, dan tindakan kekerasan lainnya.
    6. Perilaku membahayakan diri sendiri: Perilaku membahayakan diri sendiri meliputi bunuh diri, merokok, dan perilaku lain yang membahayakan kesehatan fisik dan mental.
    7. Diskriminasi: Diskriminasi meliputi tindakan diskriminasi terhadap minoritas, seperti diskriminasi rasial, diskriminasi terhadap orang dengan disabilitas, dan diskriminasi terhadap orang berdasarkan jenis kelamin.
    8. Perilaku tidak sesuai dengan norma-norma moral: Perilaku tidak sesuai dengan norma-norma moral meliputi tindakan seperti zina, perzinahan, dan perilaku seksual yang tidak sesuai dengan norma-norma sosial dan moral.
    9. Perilaku melanggar hukum: Perilaku melanggar hukum meliputi tindakan seperti pencemaran lingkungan, perampokan, dan tindakan kejahatan lainnya yang melanggar hukum.


    Ini hanya beberapa macam penyimpangan sosial, dan perilaku penyimpangan sosial dapat berbeda-beda tergantung pada masyarakat dan budaya setempat.


    Baca juga : Sudah Tahu? Konflik di Kamboja?



    ‌Penyebab terjadinya penyimpangan sosial :


    1. Proses Labelling


    Proses Labelling adalah salah satu teori yang menjelaskan bagaimana perilaku yang awalnya tidak dianggap sebagai penyimpangan sosial, bisa berubah menjadi penyimpangan sosial melalui proses penglabelan. Proses ini mengacu pada bagaimana individu dan masyarakat memberikan label tertentu pada perilaku tertentu dan bagaimana label tersebut mempengaruhi pandangan dan tindakan individu tersebut.


    Menurut teori Labelling, perilaku yang diterima oleh masyarakat sebagai normal dan baik, tetapi jika seseorang memberikan label penyimpangan pada perilaku tersebut, maka pandangan masyarakat terhadap perilaku tersebut akan berubah dan mulai dianggap sebagai perilaku penyimpangan.


    Proses labelling ini dapat dilakukan oleh individu, kelompok, atau pemerintah melalui penggunaan istilah, tindakan, atau undang-undang. Labelling ini dapat mempengaruhi individu secara negatif dengan membuat mereka merasa tertekan, diskriminasi, dan mengurangi kesempatan mereka untuk berpartisipasi dalam masyarakat secara positif.


    Untuk mengatasi efek negatif dari proses labelling, perlu adanya intervensi yang membantu mengurangi diskriminasi dan membantu individu untuk berpartisipasi dalam masyarakat secara positif. Ini bisa dilakukan melalui program pendidikan, pelatihan, dan peningkatan kesadaran masyarakat tentang masalah penyimpangan sosial.


    Contoh Proses Labelling


    Contoh proses labelling dalam penyimpangan sosial adalah:


    1. Labelling pada perilaku kriminal: Seseorang yang melakukan tindakan kriminal, seperti pencurian atau perampokan, akan diberikan label oleh masyarakat dan pemerintah sebagai penjahat.
    2. Labelling pada perilaku LGBT: Seseorang yang identitas seksualnya berbeda dari norma masyarakat, seperti gay, lesbian, biseksual, atau transgender, seringkali diberikan label sebagai orang yang tidak normal atau tidak sesuai dengan norma masyarakat.
    3. Labelling pada perilaku kecanduan narkoba: Seseorang yang menggunakan narkoba secara terus-menerus dapat diberikan label sebagai pemakai narkoba.
    4. Labelling pada perilaku mental: Seseorang yang mengalami masalah mental, seperti depresi, kecemasan, atau skizofrenia, seringkali diberikan label sebagai orang yang tidak stabil dan tidak dapat dipercaya.



    2. Rebellion (Pemberontakan)


    Rebellion atau pemberontakan adalah salah satu bentuk penyimpangan sosial yang melibatkan individu atau kelompok yang memprotes atau membantah norma-norma dan aturan-aturan yang berlaku dalam masyarakat. Pemberontakan ini dapat terjadi karena individu atau kelompok merasa tidak puas dengan cara masyarakat mengatasi masalah-masalah sosial, merasa tidak adil atau diskriminatif, atau merasa tidak memiliki hak atau kesempatan yang sama dalam masyarakat.


    Contohnya, pemberontakan masyarakat terjadi saat masyarakat merasa tidak puas dengan pemerintahan yang korup, atau saat masyarakat merasa tidak setara dalam hal hak dan kesempatan. Pemberontakan juga dapat terjadi saat individu merasa tidak puas dengan norma-norma dan aturan-aturan yang berlaku dalam masyarakat, seperti norma-norma gender atau norma-norma seksual.


    Pemberontakan dapat memiliki dampak negatif dan positif tergantung bagaimana pemerintah dan masyarakat mengatasi masalah-masalah yang memicu pemberontakan. Dalam beberapa kasus, pemberontakan dapat membantu memperbaiki kondisi sosial dan memperjuangkan hak-hak individu, tetapi dalam beberapa kasus lain, pemberontakan dapat menyebabkan kerusakan, kekerasan, dan konflik yang membahayakan masyarakat.



    3. Konformitas


    Konformitas adalah suatu proses di mana individu menyesuaikan tindakan, perilaku, dan pemikirannya dengan norma-norma dan standar yang berlaku dalam masyarakat. Dalam hal ini, individu cenderung mengikuti tindakan dan perilaku mayoritas, meskipun mereka mungkin tidak setuju atau merasa tidak nyaman dengan hal tersebut.


    Penyimpangan sosial dapat terjadi karena konformitas jika individu atau kelompok melakukan tindakan yang merugikan diri atau orang lain, meskipun mereka tidak setuju atau tidak nyaman dengan hal tersebut, karena mereka merasa terpaksa untuk mengikuti norma-norma dan standar yang berlaku dalam masyarakat.


    Contohnya, seorang remaja yang terpaksa melakukan bullying terhadap teman sekelasnya karena mereka merasa harus mengikuti norma-norma dan standar kelompoknya yang melakukan bullying. Atau, seorang karyawan yang terpaksa melakukan tindakan yang merugikan perusahaan karena mereka merasa harus mengikuti norma-norma dan standar perusahaan yang memperlakukan karyawan dengan tidak adil.


    Konformitas dapat mempengaruhi perilaku dan tindakan individu dan memicu penyimpangan sosial, sehingga penting untuk menghormati dan memperjuangkan hak-hak individu untuk memilih tindakan dan perilaku yang mereka anggap benar dan sesuai dengan keyakinan dan nilai-nilai pribadi mereka.



    4. Penyimpangan Differential Association



    Apa yang dimaksud differential association? Differential Association adalah teori penyimpangan sosial yang dikembangkan oleh sociologist Emile Durkheim dan Clifford Shaw. Teori ini menyatakan bahwa perilaku penyimpangan sosial adalah hasil dari interaksi sosial dan proses pembelajaran dalam masyarakat.


    Menurut teori Differential Association, individu belajar perilaku penyimpangan melalui interaksi dengan orang lain yang mempengaruhi pandangan dan tindakan mereka. Interaksi ini meliputi komunikasi dan hubungan dengan orang-orang yang mempengaruhi pandangan dan perilaku individu tersebut. Jika individu memiliki lebih banyak interaksi dengan orang-orang yang mempengaruhi perilaku penyimpangan, maka mereka lebih mungkin melakukan perilaku penyimpangan.


    Teori Differential Association menjelaskan bahwa perilaku penyimpangan sosial adalah hasil dari kombinasi faktor sosial dan pribadi. Faktor sosial meliputi interaksi sosial dan pembelajaran perilaku, sementara faktor pribadi meliputi kondisi emosional, kondisi mental, dan faktor lain yang mempengaruhi pandangan dan tindakan individu.


    Menurut teori Differential Association, untuk mengatasi perilaku penyimpangan sosial, perlu adanya intervensi sosial dan intervensi pribadi yang tepat. Intervensi sosial meliputi peningkatan interaksi dengan orang-orang yang mempengaruhi pandangan dan perilaku positif, sementara intervensi pribadi meliputi peningkatan kondisi emosional dan mental individu.


    ‌Contoh Differential Association?


    Pada saat di kelas 7, Ali adalah siswa pandai dan rajin masuk sekolah. Namun saat berada di kelas 8, Ali berada satu kelas dengan Andi yang terkenal sebagai siswa yang suka membolos. Akhirnya, Ali mengikuti jejak Andi. Dari cerita tersebut, yang menjadi penyebab terjadinya penyimpangan sosial karena penyimpangan differential association.



    Konflik Sosial Bentuk Interaksi

    Post a Comment