Iklan Header

Assalamu'alaikum

Ujian Nasional 2019/ 2020 bisa jadi ujian nasional terakhir. Ujian Nasional bisa saja dihapuskan untuk masa pembelajaran tahun depan. Hal tersebut dibenarkan oleh Mas Menteri Nadiem. Walaupun belum menjadi hasil final, entah dihapuskan atau diganti dengan sistem yang sedikit agak berbeda. Semoga dengan sistem yang baru, kemampuan dan kompetensi peserta didik akan lebih terlihat dan diasah dengan optimal.

Mas Menteri juga menyebutkan konsep baru yaitu "merdeka belajar" dengan harapan peserta didik lebih berinovasi dan kreatif, sedangkan untuk guru juga tidak terlalu berpusing-pusing dalam urusan administrasi pembelajaran yang rumit.

Ujian Nasional adalah evaluasi nasional yang dilaksanakan oleh pemerintah dengan memberikan soal evaluasi sama rata di seluruh Indonesia untuk mengevaluasi pembelajaran di sekolah. Ujian Nasional dikenal sebagai momok siswa-siswi di negeri Indonesia. Seorang siswa dinilai hanya dari hasil ujian beberapa jam saja, tanpa melihat proses peserta didik selama di bangku sekolah. Ujian Nasional tidak bisa melihat bagaimana seorang peserta didik menerima ilmu dari nol hingga terisi sedikit demi sedikit oleh Sang pahlawan tanpa tanda jasa. Ujian Nasional hanya tahu nilai akhir seorang peserta didik, yang mirisnya nilai tersebut sebagai refleksi masa depannya. Bagaimana bisa Ujian Nasional menghalangi seseorang untuk mendapatkan ilmu yang lebih tinggi. Sedangkan ilmu merupakan kompetensi yang dimiliki semua manusia dengan tingkatan yang berbeda-beda.

Materi pelajaran yang diujikan pun apakah sebegitu pentingnya untuk menentukan kesuksesan seseorang? 
Dengan tidak lulus ujian mata pelajaran matematika, apakah ilmu yang lebih tinggi tidak berhak atas mereka?
Dengan tidak lulus ujian bahasa Indonesia, apakah dia tidak berhak atas status anak bangsa?
Atau dengan tidak lulus bahasa Inggris, apakah dia tidak boleh menimba ilmu yang lebih luas walaupun selain berbahasa inggris?

ujian-nasional-2020-mau-dihapuskan

Beberapa tahun terakhir, Ujian Nasional dilaksanakan berbasis komputer. Dari segi sarana prasarana mungkin mengalami perkembangan. Selain menekan biaya yang dikeluarkan untuk mencetak dan memperbanyak kerta soal ujian, penerapan Ujian Nasional berbasis komputer juga bisa dibilang ramah lingkungan. Sebab mengurangi resiko sampah kertas. Meskipun, mengalami kemajuan di bidang teknologi, ujian nasional berbasis komputer juga mempunyai berbagai kendala secara kompleks. Seringkali website resmi ujian nasional mengalami down, karena pusat website (host) mengalami penumpukan visitor di halaman website-nya. Selain itu, di beberapa sekolahan yang kurang menunjang ujian dengan komputer, terpaksa harus melaksanakan ujian secara bergantian.
Bahkan ada juga peserta didik yang harus melaksanakan ujian di malam hari, karena harus bergantian waktu dengan temannya.

Pelaksanaan Ujian Nasional selama ini karena tidak bersifat aplikatif, maka peserta didik hanya dibentuk sebagai penghafal ulung. Ketika ada persoal demikian, maka solusi atau jawabannya demikian. Tidak ada kompetensi aplikatif. Secara teori peserta didik akan menjawab pertanyaan dengan jawaban yang terbaik. Namun, apakah jawaban mereka sesuai dengan kehidupan asli mereka.
Mungkin dalam soal, peserta didik dihadapkan dengan sikap jujur. Namun, dalam pengerjaan Ujian Nasional mereka cenderung mencontek dan melihat jawab teman, karena takut jawaban mereka salah. Apakah seperti itu kompetensi yang ingin dicapai. Saya kira tidak demikian.

Baca juga : PAS (Penilaian Akhir Semester) sebentar lagi, Siapkan ini!

Pro terhadap Penghapusan Ujian Nasional

Wacana penghapusan Ujian Nasional oleh Kementerian Pendidikan juga didukung oleh Ikatan Guru Indonesia (IGI). Mereka berpendapat anggaran Ujian Nasional tiap tahunnya sangatlah besar, namun tujuan yang ingin dicapai pun tidak jelas. IGI juga menyebut anggaran UN yang teramat besar, bisa dialihkan kepada pengangkatan guru menjadi PNS.

Sandiaga Uno sebagai calon Wakil Presiden pada pemilihan umum 2019 kemarin juga mengusung menghapusan Ujian Nasional. Menurutnya, Ujian Nasional saat ini tidak berkeadilan dan akan diganti dengan penelusuran minat dan bakat. 

Kontra terhadap Penghapusan Ujian Nasional

Sisi positif Ujuan Nasional saat ini adalah peserta didik memiliki keingin mencoba serius untuk belajar, meskipun sebatas penghafal pelajaran. Adanya Ujian Nasional sebagai motivasi tersendiri bagi sebagian besar peserta didik untuk mendapatk nilai terbaik.



Berdasarkan penelitian, Evaluasi Trend Kualitas Pendidikan di Indonesia oleh Raharjo, S.B pada tahun 2012, Penelitian terkait trend kuantitas dan kualitas pendidikan antara tahun 2006 hingga 2010 pada jenjang pendidikan SMP/ MTs/ SMPT dengan sample 42 SMP N dari SMP seluruh Indonesia. Hasil penelitian berupa jumlah kelulusan meningkat 2,33 % dari tahun 2008 (kelulusan dengan nilai UN pada 3 mata pelajaran), sedangkan pada tahun 2010 jumlah kelulusan meningkat 4,33% (sudah berlaku ujian nasional ulangan) dari tahun 2009. Peningatan jumlah peserta didik yang lulus, senantiasa dievluasi sehingga tahun 2010 jumlah peserta didik yang tidak lulus hanya sedikit karena pemerintah melakukan ujian nasional ulangan.

Dilihat dari kualitasnya, nilai rerata UN menunjukkan kisaran 7. Terdapat kecenderungan yang sama pada tahun 2008, rerata nilai UN mengalami penurunan. Dengan penurunan nilai UN tersebut, sekolah-sekolah berupaya lebih ekstra dengan meningkatkan kualitas pendidikan di berbagai sektor, sehingga tahun berikutnya mengalami kenaikan sebesar 0,5 point.

Selain penelitian tersebut, Jusuf Kalla (dulu masih menjadi Wakil Presiden 2014-2019) pernah berpendapat bahwa penghapusan Ujian Nasional akan membahayakan. Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla pernah menyatakan "Kalau mau dihapuskan (ujian nasional) justru berbahaya bagi kualitas pendidikan nasional. Ada Ujian Nasional saja pendidikan kita masih rendah, apalagi kalau tidak ada".

Baca juga : Orang Sukses Selalu Bangun Pagi Lho, Berikur Tips untuk Bangun Pagi

Semoga Lebih Baik

Sebenarnya, jika pelaksanaan Ujian Nasional memiliki tujuan yang jelas, transparan dan terdapat evaluasi pasca pelaksanaannya, mungkin banyak yang mendukung. Melalui Ujian Nasional pemerintah bisa melihat potensi peserta didik tiap tahunnya, yang kemudian bisa diarahkan untuk mencapai tujuan sesuai dengan potensi mereka. Selama ini, peserta didik sebagai pelaku dalam Ujian Nasional tidak begitu tahu, bahwa dengan hasil nilai Ujian Nasional tersebut apa yang sebaiknya kita lakukan? Setelah ujian, mereka banyak yang bingung mau apa setelah itu? Mau kuliah juga dengan pilihan sendiri, tanpa tahu bakat apa yang dia punya.

Hasil Ujian Nasional bisa menjadi database peserta didik di Indonesia lengkap dengan potensi yang dimiliki. Data ini bisa menjadi pedoman kebijakan pemerintah terkait pengembangan potensi generasi penerus bangsa tersebut. Bisa jadi, pemerintah menyiapkan pelatihan yang sesuai dengan potensi-potensi yang dimiliki peserta didik.

Namun, hingga saat ini belum ada tindak lanjut yang jelas terhadap hasil pelaksanaan Ujian Nasional.
Semoga Ujian Nasional Nadiem Makarim semakin tertarget dengan tujuan yang jelas serta memiliki evaluasi yang terarah.

Semoga bermanfaat.
Wassalamu'alaikum.

CLOSE ADS
CLOSE ADS

Post a Comment